1.09.2013

Sudah 19 tahun aku hidup,
19 tahun aku bernafas, 
Menjadi saksi sekian banyak kejadian, cerita, tragedi dan kebahagiaan.

--Goresan pena menjelang ulang tahunku yang ke 20, tahun lalu

Sepercik memori akhir tahun dua ribu dua belas

Aku baru saja sadar, bahwa sudah sekian lama aku tidak mempublikasikan goresan-goresan penaku di dunia maya. Setengah tahun.

Malam pergantian tahun baru kuhabiskan dalam dunia mimpi, aku harus tidur karena keesokkan harinya aku harus bangun pagi. Ya, bangun pagi untuk melayani keluarga-keluarga di negeri yang sedang kutinggali dan pasangan-pasangan negeri ginseng yang sedang jatuh cinta menghabiskan waktu liburan mereka di tempat penginapan dimana aku bekerja.

Beberapa jam sebelum aku tidur, rasa syukur akan tahun yang lalu kemudian muncul, meskipun aku pada akhirnya harus menghabiskan malam itu sendiri, di tengah kesunyian Yufuin, jauh dari orang-orang yang kusayangi. Namun aku tidak seharusnya mengeluh berkepanjangan, masih banyak pekerja-pekerja lain di belahan dunia lain yang telah bertahun-tahun tidak pulang, sekian lama mereka belum dapat menghabiskan momen-momen penting bersama keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi. Jadi aku rasa aku tidak pantas untuk mengeluh.

Tahun dua ribu dua belas, tahun dimana beberapa orang dengan indahnya masuk ke dalam hidupku dan mengisi hari-hariku. Tahun dimana meskipun waktu yang kuhabiskan bersama keluarga hanya sebentar, namun sangat berharga. Tahun dimana aku bahwa resolusiku tahun depan hanyalah dua: menghabiskan sebanyak waktu bersama mereka yang kusayangi dan melakukan hal-hal yang kusenangi.

Hidup terlalu pendek, satu hal yang kutakuti adalah tidak memiliki waktu yang cukup banyak bersama orang-orang yang kusayangi.

7.23.2012

Pembuangan Filosofi Kolot I

Tulisan ini akan kuawali dengan 3 hal yang tidak memiliki kaitan yang erat:

Pertama. Panggil aku si penunda. Seharusnya sekarang aku telah menyelesaikan laporan kerja kelompok kelas bahasa Jepangku, namun baru sebaris kalimat yang terdiri dari karakter hiragana, katakana dan kanji yang telah kutulis.

Kedua. Sudah lebih dari 24 jam aku telah mengdeaktivasikan akun Facebookku, ternyata tidak sesulit yang kupikirkan sebelumnya. Dan untuk 6 - 9 hari kedepan aku akan bebas dari hal yang telah mengencaniku selama 5 tahun itu.

Ketiga. Belakangan ini aku merasa seakan kata-kata yang telah kutuangkan pada kertas-kertas evaluasi kelas mungkin terlalu menyakitkan dan frontal untuk takaran manusia Jepang. Mungkin aku salah, tetapi yang penting aku sudah berusaha untuk jujur.

.




Siapa?

Siapa yang akan pernah tahu kemana bumi akan membawamu
Siapa yang akan pernah tahu siapa bumi akan mengenalkanmu
Siapa yang akan pernah tahu kapan bumi akan menghantarkanmu pulang
Siapa?

Ditulis  pada masa penundaan segalanya,
23 Juli 2012 - 10.55

7.12.2012

Alfabet C


Semua itu misteri
Ketika fajar datang, di tengah kegelapan
Ketika malam melintang, seseorang nampak
Dari kejauhan ia hanya tersenyum
Kala itu ramai, orang-orang sedang pulang menuju rumahnya masing-masing

Rasa itu pun begitu
Gelap dan misterius
Sebuah hal yang sulit untuk digambarkan
Satu kata saja tidak akan pernah cukup



Ditulis di kala hati sedang gundah,
12 Juli 2012  - 20.34

6.19.2012

Bagian kecil di pojok bawah laptop mengingatkanku bahwa sudah bukan tanggal 19 Juni lagi. Diriku belum tidur, tampaknya ancaman insomnia akan mengisi hari-hari ke depan. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk memutarbalikkan jam tidur.

Sekitar dua atau tiga minggu yang lalu kulihat bulan yang berubah menjadi agak oranye, kutanya pada seorang teman mengapa hal itu bisa terjadi. Namun ia hanya menjawabnya dengan sebuah guyonan singkat, bukannya menjawab pertanyaanku.

Bulan dua minggu yang lalu adalah bulan yang berbeda dengan bulan hari ini, begitu pula halnya dengan jam tidurku.



Di tulis di sebuah malam yang sunyi,
20 Juni 2012 - 01.32

6.14.2012

Terkadang...

Terkadang, ekspektasi dan kenyataan memang tidak selalu dapat bisa bertemu
Terkadang, manusia harus bekerja dengan manusia lain dengan visi yang berbeda
Bukanlah hal yang mudah
Tetapi terkadang, jalan keluarnya hanyalah satu: mau menerima dan belajar dari hal tersebut atau...tidak


14 Juni 2012, ketika harus belajar dari sebuah komunitas yang memiliki visi yang berbeda