12.31.2008

Last day of 2008

Before the year turns 2009, I thought it would be better if I write my last post for this year :-)
I am very thankful for what I have achieved and for all the time being in 2008, for sure 2008 has been an amazing year for me.
Things I love this year:
the word "LULUS" (all in capital and bold letters), no more chemistry and physics, both have made my year already.

However I am kinda sad to leave Visit Indonesia year 2008 behind :-(

Well for those of you who have made my days in 2008, I just want to say... thank you, since you've made this year more colorful than it supposed to be.

With love,
A

12.02.2008

Diam

Apakah kau tahu?
Kurasa tidak
Lagipula bagaimana bisa sampai kau tahu?
Hampir tidak mungkin
Karena yang setiap hari terjadi
Hanyalah diam...
Dan yang bisa kulakukan
Hanyalah memandangimu
Sebuah pancaran sinar dari sang surya
Yang selalu menyinari hari-hariku
Memberiku semangat di kala susah
Motivasiku untuk
Well, pergi ke tempat tersebut
Andai saja kau tidak selalu diam...

11.19.2008

Sekali lagi, terima kasih

Aku masih ingat dengan jelas kejadian yang terjadi, tepat seminggu yang lalu.
Saat diriku bertemu dengan... Ina.
Ya, Ina adalah nama anak sebelas tahun itu. Menggunakan topi sambil membawa sebuah kencringan, setiap hari dari Senin sampai Minggu ia bernyanyi diiringi alat musik sederhana itu. Mengitari mobil-mobil mewah, sambil serta merta memandangi rumah-rumah nan megah di kawasan Pondok Indah, tepatnya perempatan lampu merah Citibank.
Setiap hari, sepulang sekolah, dengan tulus dan penuh senyuman ia melakukan pekerjaan tersebut--mengamen. Tidak peduli tentang peraturan daerah yang mengekang, keinginannya hanya satu, yaitu bisa beli buku sekolah dan juga membiayai sekolahnya.
Ayahnya sudah meninggal, sementara ibunya tidak bekerja, ketika ditanya mengenai apa yang ibunya sehari-hari lakukan, Ina menjawab "hanya di rumah". Ia adalah anak satu-satunya, dan karena latar belakang orangtuanya itu, mau tidak mau ia harus dapat membiayai dirinya sendiri.
Menurut penuturannya ia tidak memiliki "bos", ia memang hanya bekerja sendiri. Paling terkadang beberapa saudara sepupunya ikut.
Penghasilannya setiap hari rata-rata Rp 35.000, jumlah itu sudah cukup untuknya. Bekerja dari siang sepulang sekolah hingga kira-kira jam 7 malam. Lalu pulang kembali ke rumahnya di kawasan Pondok Pinang dan mengerjakan kewajiban-kewajibannya.
Ketika kutanya bagaimana ia ke 'tempat kerjanya' itu, ia menjawab dengan mobil angkutan umum. Sebentar ia pun kemudian tersenyum. Tersenyum tulus layaknya anak-anak sebayanya.

Mengingat peristiwa itu aku tersentak. Betapa malasnya aku belakangan ini, mengabaikan tugas-tugas yang ada, mengisi hari-hariku dengan penuh rasa malas, malas dan ya... malas. Tidak seharusnya aku seperti itu, dengan segala kemudahan serta kenyamanan yang telah diberikan..... Pantaskah aku mengeluh? Atas dasar apakah aku harus mengeluh? Pantaskah aku malas melakukan segala kewajibanku?
Oh Ina... coba saja kau tahu bagaimana berterimakasihnya aku padamu, aku tahu pasti kau juga akan senang...
Terima kasih Ina.
Aku bangga akan sosok sepertimu, seorang sosok yang tegar, tak kenal kata lelah apalagi menyerah, tulus, serta yang terutama selalu bersyukur akan segala yang telah didapat, seberapa sedikit pun itu....
Semoga sosok sepertimu lebih banyak menyelami kota Jakarta ini, di tengah metropolitan yang sibuk dan penuh orang-orang yang haus akan hal-hal duniawi, dikelilingi orang-orang pengeluh juga mereka yang mudah menyerah... dan mungkin salah satunya.... seperti diriku.

11.04.2008

16

Thank you so much for everyone yang udah nyelametin, yang udah sms pagi-pagi, yang nelfonin, yang berkali-kali nyelametin, yang udah ngasih kado, yang nanyain terus mau kado apa. Thank you :-)

10.04.2008

Europe on Screen 2008!

October 25-31, 2008
@Erasmus Huis, CCF, Goethe Haus, IIC

Schedule
Saturday, October 25, 2008
13.00 SPECIAL SCREENING (limited audience)
15.00 Nousukausi (Johanna Vuoksenmaa. Finland. 2003. 98 min)
Ganco Cola (Erik Wirawan. Indonesia. 2008. 13 min)
17.00 Dutch Touch (Ulrike Helmer. Netherlands. 2006. 75 min) *trailer!

19.30 Weisse Lilien (Christian Frosch. Austria. 2007. 96 min) *trailer!

Undo (Jaka Wiradinata. Indonesia. 2007. 13 min)


Sunday, October 26, 2008
13.00 Peppermint (Costas Kapakas. Greece. 1999. 105 min)
15.00 Alice (Marco Martins. Portugal. 2005. 102 min)
17.00 Kroonjuwelen (Stunned Film. Netherlands. 2006. 75 min) *trailer!
Bom Cat Project 2004 (Kang Denih. Indonesia. 2004. 90 min)
19.30 Warszawa (Dariusz Gajewski. Poland. 2003. 104 min)

For more info please call 021-32727020


more schedule to be posted next week ; )

9.24.2008

Emergency

It happened last Monday, like very early in the morning.
At around 1am I woke up, I couldn't sleep, my right ear hurt so badly that I couldn't even handle it myself. But I still tried to sleep, since I've got my mid-semester exam that day.
I know on weekend I wasn't feeling that well.
And for almost 2 hours I tried to sleep, but it turns out that my ear just felt worse. Then I thought I suppose to go to the E.R.
I woke my dad up, and he brought me to RSPI. There the nurse look into my ears, she told me that it was really red. After that the doctor came, and told me that I have a sore throat, and it effected to my ears. He just gave sme medications and told me to go home.
I was like "what?", and told him it still hurts. So the nurse gave me an eardrop. A few minutes later...

Suster : Gimana masih sakit ga?
A.M : Iya, masih... (dengan nada kesakitan)
Suster : Ya iya, emang kayak sambel, dikasih langsung pedes (maksudnya eardropnya juga dikasih ya ga langsung sembuh)-- nadanya serius, ga ketawa, so she wasn't joking at all


Grrrrrrrrrrrrr, dude she was super annoying, sumpah nyebelin abis. Bayangin suster, bilang kayak gitu, terus kenapa tadi pake nanya "masih sakit ga" segala. Ihhh, how stupid and obnoxious. Saat itu juga I felt like I just want to punch her right on her face (hahaha, okay I am being hyperbolic).

The next day, I went to visit my brother, who was being hospitalized for a night. And yes in the same hospital, and well.... susternya yang ngerawat juga nyebelin abis (long story...) ckckckc, gatau deh ya kenapa selama 2 hari berturut-turut gw ke RSPI, selalu ketemu suster-suster yang kayak gitu. Haha, tapi gitu-gitu the one who holds the record of the most nyebelin suster, masih tetep suster RSIB/Ramsay, because she was like oh-I-don't-know-what-to-say-anymore, like no comment (sangking nyebelinnya).

I hope RS-RS juga mikirin about their service juga :-) , ga cuman profit doaaang!




And still talking about hospital...
~
What I don't like about going to the doctor (di rumah sakit)
1. Pasti ga pernah on time, misalnya pas buat appointment dapet nomor 5, disuruh dateng jam 16.00, masuk ke ruangan dokternya belum tentu jam segitu(at least most of the time)
2. Sometimes, pas nanya ke bagian registrasi "berapa lama lagi ya, mbak?", jawabannya selalu "oh sebentar lagi kok..". Padahal ujung-ujungnya juga tetep aja harus nunggu sejaman. Hello! Sejaman itu ga sebentar ya Mbak
3. Dokternya sendiri juga ga selalu dateng on time, sometimes pasiennya udah ngantri banyak, dokternya belom dateng-dateng juga. Padahal jam prakteknya cuman sebentar...

Intinya why I don't like going to the doctor... jam karet banget !hahaha. Semua itu sebenernya cuman perkara waktu, yah hargain waktu pasien lah. Pasien kadang udah dateng nungguin, tapi most of the time selalu ga on time, itu sama aja kalo rs/dokter/those people itu ga ngehargain waktu pasien....

So for those yang mau jadi dokter/manajemen rs/those peopllleee, please note that :-)



Oh ya, at the end on Monday I still go to school, mau ga mau, soalnya gw ga mau susulan haha. Yah meskipun ke sekolah dengan mata ngantuk, karena emang gw ngantuk paraaaaah hari itu (ya iya lah ya, pulangnya dari rspi aja jam 4). But thankfully my ear felt better already.

9.20.2008

Post, post, post!

This week started a little uneasy for me, well... that Monday tragedy (of me being late, like really late)... I don't even want to remember it, basically it's a first-and-last experience. End of story.
Anyways, in a week holiday is coming, so there's no reason I have to be upset about. Except thinking of my fabulous mid semester exam (well yes I am being sarcastic!), but thank God it's only for 5 days :-). So it's like 5 days to fight for and the whole week to be happy about (what a nice way illustrating it, A?).
**It has been soooooooo long, since I haven't write in English, so please apologize for grammar mistakes.
I would love to go to Berlin!
What made me so? Is it because of the Brandenburg Gate? No, not really. Or the very artsy Berlin Wall? Could be, but still it's not the actual reason. Then what?
Well a couple of hours ago I just watched Anthony Bourdain, when he was in Berlin, and so he went to this hotel which only have 30 rooms, but each if its rooms are designed differently. It's more like staying in a museum than a hotel, since its own unique installations.
It is the Propeller Island City Lodge designed by Lars Stroschen, he designed every room in the hotel (how cooool...) and all of them are custom made.

PROPELLER ISLAND CITY LODGE. rooms, artworks & photos by Lars Stroschen 2003. all rights reserved.

I am really amazed looking at all the rooms [link], and also Stroschen's ideas and creativity making them. What a talented interior designer :-D


---------

It's better to be hate for who you are, than to be like for who you are not.

(such a strong statement...)